Bisnis Online Shop Tanpa Modal

Bisnis online shop tanpa modal? Apa bisa menjalankan bisnis tanpa modal? Sekilas sedikit aneh memang, tidak mungkin berbisnis tidak mengeluarkan modal untuk mendapatkan keuntungan. Akan tetapi, bisnis online shop tanpa modal ini benar adanya yang mana Anda dapat meraup keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa harus mengeluarkan modal. Bisnis online shop tanpa modal yang dimaksudkan disini adalah menjadi seorang reseller. Reseller merupakan orang yang berbisnis dengan menggunakan dunia maya sebagai media penjualan danĀ http://kwtas.com/ promosi atau dengan kata lain adalah agen dari pemilik online shop yang menawarkan berbagai produk online shop melalui media sosial yang dimilikinya. Menjadi seorang reseller, maka memungkinkan Anda tidak perlu mengeluarkan modal usaha melainkan Anda hanya bertugas untuk mempromosikan produk yang diberikan oleh pemilik online shop. Apabila produk yang terjual semakin banyak maka keuntungan yang akan diperoleh pun akan semakin banyak pula.

 

1. Temukan masalah yang dihadapi pasar

Produk merupakan komponen penting dalam bisnis online. Dengan produk yang memenuhi permintaan pasar, Anda tetap memiliki potensi untuk memenangkan pasar. Bagaimana jika Anda memiliki produk yang tidak dibutuhkan pasar? Kemungkinan besar itu akan gagal!

Pernyataan di atas bukannya tanpa bukti. Menurut studi CBS Insight, 42 persen startup gagal karena gagal mengidentifikasi kebutuhan pasar. Mengapa mereka gagal? Karena produk yang mereka tawarkan tidak bisa menyelesaikan masalah konsumen.

Ingat, hal pertama yang dipikirkan konsumen saat membeli produk Anda adalah bahwa masalah mereka sudah terpecahkan.

Jadi, apapun jenis bisnisnya, hal pertama yang perlu Anda lakukan saat memulai bisnis online adalah memikirkan apakah pasar membutuhkan produk Anda. Apakah produk Anda memecahkan masalah konsumen?

Bingung Memulai Toko Pakaian Online? Dari sekian jenis bisnis online yang banyak dijalankan orang melalui media internet. Hanya ada dua jenis bisnis yang tidak akan mati. Yang pertama adalah toko grosir online dan yang kedua adalah toko pakaian online. Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Sehingga permintaan akan produk ini tidak pernah habis.

Dan itulah tepatnya yang dimungkinkan oleh toko pakaian online. Meskipun ada banyak pesaing yang mungkin telah memulainya. Nah, berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk memulai toko pakaian online.

3 langkah untuk memulai toko pakaian online

Riset pasar dan produk # 1
Ada begitu banyak merek fesyen hebat di luar sana yang mereka mulai dengan mimpi. Salah satu contohnya adalah merek global H&M. Produk fesyen Swedia ini didirikan oleh Erling Persson saat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat setelah Perang Dunia II.

Di sana ia melihat banyak pabrik pakaian yang memproduksi banyak pakaian secara efisien. Kemudian dia memikirkan desain pakaian yang bisa dibuat oleh wanita di negara mereka. Keinginan inilah yang mendorong Erling untuk membuka toko pertamanya di Swedia pada tahun 1947.

1.1. Identifikasi masalah yang dihadapi konsumen

Bagaimana cara menemukan produk yang dibutuhkan pasar? Langkah pertama dalam mempelajari cara berbisnis online adalah menemukan masalah! Ya, benar, Anda perlu mencari tahu dan mengidentifikasi masalah apa yang dihadapi pasar.

Anda tidak perlu khawatir kehabisan masalah. Ada ratusan bahkan ribuan masalah yang dihadapi konsumen. Anda perlu melakukan observasi lapangan untuk menemukan masalah nyata yang dihadapi banyak orang.

1.2. Cari peluang bisnis dimana saja

Untuk menemukan masalah yang tepat, Anda harus terbuka terhadap segala kemungkinan. Jangan masuk ke asumsi Anda sendiri. Anda perlu menonton di internet, media sosial, forum ulasan, pasar, dan grup Facebook.

Jika tidak, Anda juga harus berbicara langsung dengan pola pasar. Anda dapat melakukan wawancara sederhana untuk mendapatkan informasi langsung dari orang-orang yang menghadapi masalah tersebut.

1.3. Pilih masalah dengan perusahaan potensial

Pada langkah Pembelajaran Bisnis Online untuk Pemula di atas, Anda telah mencari dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi pasar. Anda dapat menemukan lusinan atau bahkan ratusan masalah di pasar. Sekarang Anda harus memutuskan masalah mana yang ingin Anda selesaikan.

Tidak semua masalah berpotensi menjadi bisnis online. Anda harus menghilangkan masalah yang tidak memiliki potensi bisnis. Kemudian pilih masalah dengan potensi bisnis dan Anda punya solusinya.

2. Riset pasar

Sekarang setelah Anda mengidentifikasi masalah dengan potensi komersial, sekarang saatnya untuk fokus pada penelitian di area tersebut. Mengapa Anda perlu meneliti pasar terlebih dahulu? Karena ini adalah salah satu cara terbaik untuk menemukan ide bisnis online.

Anda membutuhkan data yang obyektif seperti fondasi bisnis online yang kuat. Melalui riset pasar ini Anda bisa mendapatkan data ini. Ini memungkinkan Anda membuat keputusan berdasarkan data obyektif, bukan hanya asumsi dan opini.

Berbisnis dengan menjadi seorang reseller merupakan bisnis yang dapat dijadikan sebagai bisnis sampingan yang mana Anda tidak perlu meninggalkan pekerjaan yang telah Anda jalani saat ini karena berbisnis menjadi seorang reseller tidak memiliki batasan waktu yang tetap dalam menjalankannya sehingga Anda dapat secara leluasa dalam berbisnis kapan pun dan dimana pun dengan syarat Anda harus terhubung dengan jaringan internet setiap waktu. Dalam memulai bisnis menjadi seorang reseller, Anda tidak perlu khawatir akan menemukan kesulitan dalam mendapatkannya karena saat ini telah banyak online shop yang bermunculan yang mulai mengembangkan bisnis penjualan produk melalui media sosial sehingga Anda akan memiliki alternatif pilihan yang sangat banyak.

Berbisnis tanpa modal bukan lagi menjadi hal yang mustahil yang akan Anda peroleh karena apabila Anda berani mencari peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi internet maka Anda tidak akan kehabisan akal untuk mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan modal sedikit pun. Akan tetapi perlu diingat menjadi seorang reseller harus memiliki strategi promosi dan pemasaran yang unik dan menarik sehingga calon konsumen yang datang akan semakin banyak jumlah.